HARAPAN
Sore dalam senja ku mulai berkhayal tentang mu tentang tatapan indah mu kau sangat indah di mata hatiku kau sangat amat memikat pikiranku kau buang rasa jenuh kau buang rasa penat dan lelah.
Aku bahagia ketika kamu papasan dengan aku dengan harapan yang sangat tinggi aku mulai berargumentasi diskusi di tempat yang sunyi di tempat yang hening untuk mengutarakan suatu rasa suatu cinta yang terbilang di penuhi harapan yang tinggi .
Saat itu aku tatapan matamu dengan tak sadar aku pegang tanganmu dan kau menatapku aku mulai resah dan cemas akan hal dia menatap mataku dengan senyum polos manisnya aku memberikan kode cinta kau membalas dengan kau terima cintaku kau membelah dadaku kau menghisap pikiranku memori kelam ku kini terhapuskan dengan kedatanganmu kau dan aku menuju dimensi baru dimensi argumentasi dengan harapan yang tinggi dengan kebahagiaan yang hakiki .
Hingga kita menjadi sebuah pasangan pendaki harapan yang tinggi dengan rasa dengan rindu dengan luka dengan canda dan haru kita berdua mengarungi langkah menjalah sebuah rasa yang telah lama mengarah .
Disebuah waktu yang seakan mengiringi sebuah rindu yang terhalang sekat terhalangkan sebuah ragu menatap langit yang merebah mengarah ke semua arah tujuan padamu otak hati pikiran perasaan memikirkan mu ketika kamu tiba saatnya untuk menjauh meninggakan ku dengan rasa yang hampa dengan memberikan luka rindu kamu menjauh biarlah menjauh tapi hanya ragamu saja tidak dengan hatinya aku rindu kamu setiap waktu dikala hujan menerjang sebuah rindupun mengarah kepadamu iloveyou and imissyou .
Halaman tercinta di sebuah provinsi jawa barat kota garut kelurahan karangmulya kampung pinggirjati ada sebuah kampung di pinggir jalan dipenuhi dengan gaduhnya kendaraan macet nya jalan tetapi surga yang tersembunyi ku masuk kedalam gerbang yang sedikit kecil walau hanya kecil gerbang itu di penuhi dengan 1001 cerita dan rindu nya suasana.
Kampung ku yang sangat indah dengan luas yang sangat luas ruang dimensi yang sangat amat berseri banyak para pemuda pemudi ibu bapak dan orang tua berkumpul menjadi satu berbeda tapi satu tujuan untuk berkembang dan maju bersama.
Kegelapan malam terakhir malam yang sunyi yang hening tiba datang suara keras lantas apa suara seperti terompet itu lantas aku menjerit dengan keras ku berlari kesana kesini awan begitu sangat kental angin begitu cepat menyapu api dengan cepat menyembur debu beradu dengan hamparan batu yang sangat menakutkan batu yang berapi yang sangat besar dengan cepat datang dari atas awan dengan cepat menyantap semua manusia hanya amal sholeh dan taat agama yang menentukan untuk masuk surga dan jikalau ketika didunia nya di penuhi dengan kemaksiatan tanpa ada kata bertaubat hanya neraka yang di tunggu dan kita sebaiknya bertaubat tanpa untuk membuat kemaksiatan kembali.
Pagi yang di selimuti jingga yang di manja oleh senja tapi tidak ini senja yang sisa karena pagi ini ada sebuah diskusi rasa saat itu duduk bersama bertukar cerita di pagi yang sepi melihat awan menggumpal berwarna jingga melepaskan semua cerita dan semua rasa, tetap lah disini lewati pagi yang penuh dengan diskusi rasa di penuhi suatu inti jiwa.
Amarah yang sangat melebur emosi yang sangat tinggi menerpa sebuah rasa yang terinci seakan hati terus berambisi mendobrak suatu rasa yang mengganggu suatu rindu yang tak bisa ku tunggu membuat haru menahan suatu rasa yang sangat meragu, ada apa dengan rasa yang berambisi ini mengapa ku harus menunggu seperti ini aku hanya di siksa di lubang yang sama di lubang yang penuh luka di lubang yang penuh rindu haru ambisi ini terlalu agresiv dimensi ruang pun tak cukup untuk membuat tenang aku hanya menatap menyantap kebahagian kebahagian palsu yang meragu aku hanya tersenyum dengan lengkungan yang tak sempurna dengan terpaksa karna dengan ambisi sebuah luka bisa saja menjadi bahagia tapi hanya pura pura selanjutnya di penuhi dengan duka dan luka.
Sebaiknya dan lebih baik nya aku berargumentasi dimensi walau dipenuhi ambisi ku jangan terlalu diam, bergerak dan menatap ke arah yang indah untuk melangkah ke arah mata angin yang penuh dengan rasa bahagia dan jangan mau gugur dan terbunuh oleh rasa yang ambisi itu hanya membuat ku gelap dan luka.
Aku Tenang
Suatu hari di kala ku menjalani dialog pagi imajinasi hari mungkin sendiri ku berdiri diatas haluan yang hening tenang seakan memikat seakan terikat sebuah rindu yang haru rasa yang menggaru membuat ku tenang membuatku hening percakapan pagi di temani sebuah kursi yang sedikit rapuh di selimuti jaket bomber sembari duduk melihat terang nya mentari di ruang halaman yang sepi hening sunyi meredup hanya ada suara burung yang berkicau suara yang membuat ku lebih menghayati suasana di pagi hari yang senyap bersayap tak mungkin hari itu seakan langsung gaduh langsung seakan berantakan tapi itu nyata iya nyata ketika aku tenang aku senang tiba tiba gaduh nya hati mulai datang iya datang membawa luka membawa perih membawa rindu yang haru lantas ku harus bagaimana apa cukup hanya tau cukup hanya tenang untuk mengobati sebuah luka yang tiba tiba datang tidak seperti itu cukup tau dan tenang itu mungkin basic awal untuk mengantisipasi hati yang hening yang tiba tiba luka yang gaduh tiba tiba senang dan mengapa itu hanya sekedar antisipasi , iya karena itu hanya untuk melupakan sejenak dan hanya semantara waktu jangan cukup tau dan tenang saja harus nya aku bergerak mejalani hari menjalani hati dengan tanpa konspirasi dengan tanpa ingatan yang menggaduh hari hati dan suasana pagi siang sore dan senja aku hanya harus bergerak dengan indah nya nona senja yang bersayap kuning yang menjingga udara sangat segar lalu lelang mengahampiri suasana yang sangat tenang terang dan senang .

" Saat tenang saat senang tiba tiba datang sebuah atau seorang yang membuat luka cukup hanya tenang dan bergerak menjalani hari hati dan hening nya pagi tanpa konspirasi "
-sandi faturahman-
Diskusi Pagi
Suatu pagi di atas awan mentari yang cerah menderang di temani sebuah kopi yang sedikit kafein lalu aku bersandar di kursi yang sedikit rapuh memikirkan sebuah diskusi walau hanya sendiri walau hati terasa sepi tetap kulanjut tuk memikirkan diskusi hati saat itu hati sedang melebur rapuh tetapi keindahan pagi membuat terang nya mentari dalam keheningan pagi yang tenang hening.
Diskusi berlanjut dalam ruang rindu menyapa di antara nestapa aku mengingat sebuah luka yang terbawa diantara gelak tawa canda bahagia lalu aku tersandar dalam kursi rapuhku mengingat sebuah rindu yang seakan akan terhalang sekat lantas aku terikat dalam rindu yang memikat luka memikat sebuah canda memikat sebuah haru yang membuat rindu bukan kah kita bisa saling mengobati dari pada saling meracuni aku lelah dengan diskusi pagi tapi apa daya semua harus aku lalui untuk membuat mu kembali ke genggamanku aku rindu kamu yang dulu yang pernah mengejarku dan pernah memikatku.
Malam yang sunyi malam yang dipenuhi kegelapan butuh diskusi butuh dimensi ruang yang sedikit sepi dimana kala ku duduk sendiri dengan jenuh bosan terbaling lelap dengan tatapan khayalku yang membuat keadaan semakin gila merona merana di atas penderitaanku yang semakin suram lalu lelang ada seorang yang mempermainkan ku seolah aku adalah game yang mudah untuk di playkan malam ini aku lelah dengan permainan ngeles mu kau selalu menghindar ketika aku tanya siapa itu siapa dia tapi kenapa kamu malah menjauh aku sebut itu permainan malam.
Pulang
Pulang dalam artian adalah kembali dimana seorang yang berdiri sendiri siap untuk melangkah mundur.
Bahkan kata pulang sangat menyakitkan terkadang membuat bahagia, apa yang membuat sakit karna kata pulang adalah kata yang sangat sensitive kenapa lantas bahagia karna pulang itu tertuju dengan rasa rindu.
Dalam artian pulang adalah rindu dan pulang adalah takdir.
Berdiri di atas duri
Di halaman yang sangat amat sunyi aku sendiri berdiri melihat kekosongan melihat dimensi yang sangat amat sepi ku tertarik melihat keramain ku tertarik melihat kebahagian tapi, lantas aku bisa berdiri di atas duri yang amat sakit dan berdiri di atas penderitaan ku tatapan ku kosong tatapan ku lelah semangat ku luntur melebur apa emang harus aku melompat di atas langit lalu terjatuh ke bumi sempat aku berpikir ulang bahwa itu tidak baik lalu aku harus berdiskusi walau hati sangat amat sakit menjerit :')