Malam ini aku ingin sekali tidur namun kuhanya bisa tersenyum mengingat ibu yang selalu tersenyum kepadaku ketika mau tidur lalu menyembunyikan lelah nya dari senyumnya .
Kembali ke 7 tahun silam saat ku dekat dengan pangkuan ibu di tiap malam ku bertanya kepadanya "bu pengen di usapin biar cepat tidur di punggungnya ya bu ? Ibu jawab iya cepet tidur ibu usapin punggungnya lalu lalang aku melihat ibu dengan tersenyum sambil menyembunyikan lelahnya ,
Ibu kau adalah yang terbaik kau adalah orang yang saya sangat cintai dan saya sayangi andaykan ibu tau ibu kau adalah segalanya bagiku .
Ibu aku rindu pada belaianmu pada nasehatmu yang mendamaikan jiwaku ibu maafkan aku belum bisa beri yang terbaik ibu maafkan aku yang terlalu manja merengek saat ku menangis ibu kau adalah seorang penyabar ibu maafkan aku yang selalu menyakiti hatimu namun tetap ibu kau adalah segalanya :')
Semua berawal denganmu dengan awalan yang indah membuat keindahan menajdi suatu yang lebih berwarna dan kamu adalah bagian dari perjalanan hidupku sampai aku sibuk dengan bersenang senang dengan mu mencari warna yang menggabu berhembus berdua saling menarik oksigen di sebuah tempat kelam namun ada nya kamu menjadi karam yang indah
Menuju Tahun kedua
Setiap hari ku melangkah menjalani sebuah kondisi denganmu kembali selalu mengingat memikat tahun pertama dengan rasa yang menggabu namun adakala nya di tahun kedua aku mulai lalai penat dan lelah untuk melangkah entah karena kenapa , enatah karena apa , entah bagaimana aku memaksakan harus seperti ini dan seperti ini seperti orang yang terjebak dalam keindahan filosofi tersendiri lantas apa yang harus aku lakukan kepadanya apa lantas harus bertahan dengan rasa menahan rasa luka , derita , bahkan air mata adalah kunci dari semuanya kunci dibalik kesakitan filosofi terindah yang menjadi membuat diri tak bisa melangkah sedikit indah tak sempurna .
Tahun Harapan
Aku berharap di tahun kedua yang akan habis akan meninggalkan suatu yang dulu ada pernah kata indah dan ada luka ada derita ada air mata namun tidak menghilangkan rasa ciutku tuk bersama sama seperti tahun pertama tahun yang menggabu tahun yang dinanti nanti di tahun yang akan datang menjelang rasa keseriusan ku terhadapmu aku akan datang tidak lagi memakai filosofi kata yang indah penuh dengan derita dan Harapan terindahku bukan lagi dari kata tersebut namun memakai kata will you marry me depan kampus unjani melihat mu berdiri dengan skenario yang sudah ku atur lalu kau menatapku dan ku duduk setihang depan tubuh mu melihat wajahmu lalu kunyanyikan lagu akad depan kampus unjani untuk dirimu yang mungkin kamu harus tau kamu segalanya .
Dilihat dan di komen ya pertama kali maen gitar maaf kalo gugup maen nya hehe btw backround nya ga ngedukung nih tapi tidak apa apa baru pertama kok lain kali mau pindah tempat ke tempat yang lebih terang .
Suatu hari diskusi hati yang seakan sepi seakan hening dan kering tapi seakan hilang menderang saat ada sesuatu yang ramai yang damai menerpa keadaan yang sepi menjadi rindu dikala kalian bersama menghadapi seluruh terjangan tantangan kita selalu bersama meski banyak perbedaan tapi satu tujuan.
waktu yang senja melewati jingga yang menguning melawati pergantian sore kemalam menunggu waktu yang tepat tuk melangkah mengejarmu merangkulmu bahwa aku rindu kau yang dulu rindu kau meengejarku dan rindu kau selalu manja didekatku .
Di sudut senja ku mengiringi langkahmu setiap waktu setiap jalan yang terhambar lebar kau adalah wanita yang sangat aku cintai dan aku sayangi aku rela berlari diatas lelahku dan aku rela untuk mengalah lalu aku mengejarmu di atas harapan yang sangat amat tinggi tuk merubah mu ke waktu yang dulu.
harapan ku kau kembali ke masa yang dulu dimana kau mengejarku dimana kau melihat dan memperhatikan ku aku rindu , rindu kau yang dulu rindu kau selalu becanda dengan ku .
kita sepasang kekasih yang terlalu cepat berubah terlalu cepat melebur namun sekarang berbeda dalam hal aku selalu mengejarmu aku selalu mengawasimu dan aku menyayangimu sampai hati kamu luluh dan tidak mengeluh kepadaku kamu adalah imajinasi terbaikku kamu adalah nada bagi jiwaku kamu adalah sebuah rasa yang tidak bisa dirasakan selain oleh hati .
kamu
bahagia cukup sederhana ketika kamu kembali kemasa dimana mengejarku dan tidak ada rasa beban bersamaku dan kamu adalah ruang rinduku aku rindu ketika kamu memujiku .
Sore dalam senja ku mulai berkhayal tentang mu tentang tatapan indah mu kau sangat indah di mata hatiku kau sangat amat memikat pikiranku kau buang rasa jenuh kau buang rasa penat dan lelah.
Aku bahagia ketika kamu papasan dengan aku dengan harapan yang sangat tinggi aku mulai berargumentasi diskusi di tempat yang sunyi di tempat yang hening untuk mengutarakan suatu rasa suatu cinta yang terbilang di penuhi harapan yang tinggi .
Saat itu aku tatapan matamu dengan tak sadar aku pegang tanganmu dan kau menatapku aku mulai resah dan cemas akan hal dia menatap mataku dengan senyum polos manisnya aku memberikan kode cinta kau membalas dengan kau terima cintaku kau membelah dadaku kau menghisap pikiranku memori kelam ku kini terhapuskan dengan kedatanganmu kau dan aku menuju dimensi baru dimensi argumentasi dengan harapan yang tinggi dengan kebahagiaan yang hakiki .
Hingga kita menjadi sebuah pasangan pendaki harapan yang tinggi dengan rasa dengan rindu dengan luka dengan canda dan haru kita berdua mengarungi langkah menjalah sebuah rasa yang telah lama mengarah .
Disebuah waktu yang seakan mengiringi sebuah rindu yang terhalang sekat terhalangkan sebuah ragu menatap langit yang merebah mengarah ke semua arah tujuan padamu otak hati pikiran perasaan memikirkan mu ketika kamu tiba saatnya untuk menjauh meninggakan ku dengan rasa yang hampa dengan memberikan luka rindu kamu menjauh biarlah menjauh tapi hanya ragamu saja tidak dengan hatinya aku rindu kamu setiap waktu dikala hujan menerjang sebuah rindupun mengarah kepadamu iloveyou and imissyou .
Halaman tercinta di sebuah provinsi jawa barat kota garut kelurahan karangmulya kampung pinggirjati ada sebuah kampung di pinggir jalan dipenuhi dengan gaduhnya kendaraan macet nya jalan tetapi surga yang tersembunyi ku masuk kedalam gerbang yang sedikit kecil walau hanya kecil gerbang itu di penuhi dengan 1001 cerita dan rindu nya suasana.
Kampung ku yang sangat indah dengan luas yang sangat luas ruang dimensi yang sangat amat berseri banyak para pemuda pemudi ibu bapak dan orang tua berkumpul menjadi satu berbeda tapi satu tujuan untuk berkembang dan maju bersama.
Kegelapan malam terakhir malam yang sunyi yang hening tiba datang suara keras lantas apa suara seperti terompet itu lantas aku menjerit dengan keras ku berlari kesana kesini awan begitu sangat kental angin begitu cepat menyapu api dengan cepat menyembur debu beradu dengan hamparan batu yang sangat menakutkan batu yang berapi yang sangat besar dengan cepat datang dari atas awan dengan cepat menyantap semua manusia hanya amal sholeh dan taat agama yang menentukan untuk masuk surga dan jikalau ketika didunia nya di penuhi dengan kemaksiatan tanpa ada kata bertaubat hanya neraka yang di tunggu dan kita sebaiknya bertaubat tanpa untuk membuat kemaksiatan kembali.
Pagi yang di selimuti jingga yang di manja oleh senja tapi tidak ini senja yang sisa karena pagi ini ada sebuah diskusi rasa saat itu duduk bersama bertukar cerita di pagi yang sepi melihat awan menggumpal berwarna jingga melepaskan semua cerita dan semua rasa, tetap lah disini lewati pagi yang penuh dengan diskusi rasa di penuhi suatu inti jiwa.
Amarah yang sangat melebur emosi yang sangat tinggi menerpa sebuah rasa yang terinci seakan hati terus berambisi mendobrak suatu rasa yang mengganggu suatu rindu yang tak bisa ku tunggu membuat haru menahan suatu rasa yang sangat meragu, ada apa dengan rasa yang berambisi ini mengapa ku harus menunggu seperti ini aku hanya di siksa di lubang yang sama di lubang yang penuh luka di lubang yang penuh rindu haru ambisi ini terlalu agresiv dimensi ruang pun tak cukup untuk membuat tenang aku hanya menatap menyantap kebahagian kebahagian palsu yang meragu aku hanya tersenyum dengan lengkungan yang tak sempurna dengan terpaksa karna dengan ambisi sebuah luka bisa saja menjadi bahagia tapi hanya pura pura selanjutnya di penuhi dengan duka dan luka.
Sebaiknya dan lebih baik nya aku berargumentasi dimensi walau dipenuhi ambisi ku jangan terlalu diam, bergerak dan menatap ke arah yang indah untuk melangkah ke arah mata angin yang penuh dengan rasa bahagia dan jangan mau gugur dan terbunuh oleh rasa yang ambisi itu hanya membuat ku gelap dan luka.
Suatu hari di kala ku menjalani dialog pagi imajinasi hari mungkin sendiri ku berdiri diatas haluan yang hening tenang seakan memikat seakan terikat sebuah rindu yang haru rasa yang menggaru membuat ku tenang membuatku hening percakapan pagi di temani sebuah kursi yang sedikit rapuh di selimuti jaket bomber sembari duduk melihat terang nya mentari di ruang halaman yang sepi hening sunyi meredup hanya ada suara burung yang berkicau suara yang membuat ku lebih menghayati suasana di pagi hari yang senyap bersayap tak mungkin hari itu seakan langsung gaduh langsung seakan berantakan tapi itu nyata iya nyata ketika aku tenang aku senang tiba tiba gaduh nya hati mulai datang iya datang membawa luka membawa perih membawa rindu yang haru lantas ku harus bagaimana apa cukup hanya tau cukup hanya tenang untuk mengobati sebuah luka yang tiba tiba datang tidak seperti itu cukup tau dan tenang itu mungkin basic awal untuk mengantisipasi hati yang hening yang tiba tiba luka yang gaduh tiba tiba senang dan mengapa itu hanya sekedar antisipasi , iya karena itu hanya untuk melupakan sejenak dan hanya semantara waktu jangan cukup tau dan tenang saja harus nya aku bergerak mejalani hari menjalani hati dengan tanpa konspirasi dengan tanpa ingatan yang menggaduh hari hati dan suasana pagi siang sore dan senja aku hanya harus bergerak dengan indah nya nona senja yang bersayap kuning yang menjingga udara sangat segar lalu lelang mengahampiri suasana yang sangat tenang terang dan senang .
" Saat tenang saat senang tiba tiba datang sebuah atau seorang yang membuat luka cukup hanya tenang dan bergerak menjalani hari hati dan hening nya pagi tanpa konspirasi "